On Taqiyya or How Not to Lie


Friends, fellows and foes :) Please enjoy my recent journal article on the notion of taqiyya (religious dissimulation/white lies) in the Shia Islamic tradition here (http://www.assumptionjournal.au.edu/index.php/PrajnaVihara/article/view/2211). Have a great Ramadhan. Cheers, QF

Miripisme, Filsafat dan Simpanse


Dear everyone, Mr. Jaya Suprana gave a comment on my writing entitled Meringkus Gerungisme. As a consequence, I made a reply to his response that you can find here (https://rmol.co/read/2019/02/26/380017/Miripisme,-Filsafat-Dan-Simpanse-). Have a good day. Best wishes, QF

Capturing Gerungism


Dear friends and foes, If you pay attention to the rising Indonesian philosopher namely Rocky Gerung, you might also want to read my piece of writing on his thoughts on this page (https://news.detik.com/kolom/d-4429298/meringkus-gerungisme). Let me know your responses by writing some comments below. Thanks. Best wishes, QF

On Taqiyya or How Not to Lie


Friends, fellows and foes :) Please enjoy my recent journal article on the notion of taqiyya (religious dissimulation/white lies) in the Shia Islamic tradition here (http://www.assumptionjournal.au.edu/index.php/PrajnaVihara/article/view/2211). Have a great Ramadhan. Cheers, QF

AI and Ethics


Fellows and foes, Please find my recent piece of writing here http://www.thejakartapost.com/news/2018/10/06/is-artificial-intelligence-subject-ethics.html Thanks.

Eksklusivitas Pancasila?


Dalam komposisi yang senantiasa impresif, B. Herry Priyono mengupas tribalisme agama dalam opini berjudul Bangsa Lupa Diri (Kompas, 12 Januari 2017). Premisnya yang menyihir sekaligus elusif menantang siapapun untuk berpikir keras tidak hanya untuk mengunyahnya tetapi juga memparafrase argumentasinya. Sebab itu, izinkan saya untuk memamah gagasannya sebatas tribalisme agama dan Pancasila. Pertama, ciri kodrati Indonesia terdapat pada jawaban faktual dan standar. Yang pertama berurusan dengan fenomena lapangan di mana orang berbeda secara fisik dan kebudayaan sementara yang kedua berhubungan dengan Pancasila, UUD dan Bhinneka Tunggal Ika (BTI). Kedua, persekutuan haus kuasa antara political entrepreneurs dengan agamawan menyusun apa yang disebutnya sebagai tribalisme agama. Mereka mewarnai corak permasalahan sosiologi ketimbang teologi, dan menggilas lawan politik dengan cara apapun. Ketiga, eksistensi tribalisme agama berkelindan dengan aparat militer. Simbiosis mutualisme pun mereka lakukan. Padahal, tribalisme agama merupakan antitesis dari perjuangan civic. Ketiga poin tersebut, menurut Priyono, dapat usang ...