On Taqiyya or How Not to Lie


Friends, fellows and foes :) Please enjoy my recent journal article on the notion of taqiyya (religious dissimulation/white lies) in the Shia Islamic tradition here (http://www.assumptionjournal.au.edu/index.php/PrajnaVihara/article/view/2211). Have a great Ramadhan. Cheers, QF

Nice but nescient: some missing issues in Professor Harari’s argument in The world after coronavirus


Qusthan Firdaus Professor Yuval Noah Harari wrote an opinion column entitled "Yuval Noah Harari: the world after coronavirus" at the Financial Times on 20 March 2020 (online edition). His argument proceeds as following. There are two necessary preferences in dealing with the Covid-19 global pandemic crisis. First, the option between citizen empowerment and totalitarian surveillance. On the one hand, the former means making people to believe science, media reports and authorities. It also means monitoring the blood pressure and body temperature insofar ...

On ISIS Fighters


Hi everyone, The Jakarta Post published my opinion here [https://www.thejakartapost.com/academia/2020/02/12/is-repatriation-of-islamic-state-detainees-necessary.html]. Please subscribe for free if you wish to read it. Thanks. Best wishes, QF

On Taqiyya or How Not to Lie


Friends, fellows and foes :) Please enjoy my recent journal article on the notion of taqiyya (religious dissimulation/white lies) in the Shia Islamic tradition here (http://www.assumptionjournal.au.edu/index.php/PrajnaVihara/article/view/2211). Have a great Ramadhan. Cheers, QF

Ironi Satu Juni


Qusthan Firdaus Ironi merupakan penyimpangan atau pembalikan dari makna sesungguhnya atas satu situasi atau kejadian. Hal ini bisa terjadi karena orang yang membuat ironi defisit pengetahuan atau memiliki selera humor. Setiap awal Juni sejak tahun 2017, bangsa Indonesia mengalami ironi yang nampaknya berdasar pada kurangnya pengetahuan seputar "kelahiran Pancasila" ketimbang humor. Pada saat Joko Widodo kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Gadjah Mada dalam dekade 1980an, buku Risalah Sidang BPUPKI memang belum terbit (1995). Dalam buku ini, Soekarno mengakui bahwa ia mendapatkan istilah Pancasila dari seorang "kawan ahli bahasa" yang boleh jadi Muhammad Yamin. Bahkan, Soekarno enggan untuk dipanggil sebagai "pencipta Pancasila" oleh Profesor Notonagoro ketika hendak menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Gadjah Mada. Soekarno lebih memilih untuk disebut sebagai "penggali Pancasila." Sebagai penggali, Soekarno tentu tidak "melahirkan" Pancasila. Ironisnya, Soekarno sendiri pernah menetapkan 1 Juni sebagai hari libur untuk memperingati "kelahiran" Pancasila sejak tahun ...

Perkembangan Filsafat Akal


Judul buku : Philosophy of Mind in the Twentieth and Twenty-First Centuries: The History of the Philosophy of Mind Editor : Amy Kind Penerbit : Routledge Tebal : xviii + 326 ISBN : 978-0-429-50812-7 Tahun terbit : 2019 Volume : 6 Kegandrungan pada narasi akal sehat sepanjang kampanye pilpres 2019 lalu sebaiknya berkembang ke ranah filsafat akal. Sebab, orang tidak bisa arbitrer mengklaim akal sehat bila tuna grahita pada filsafat akal. Bunga rampai berisi 12 artikel ini mendedah pelbagai seluk beluk ihwal philosophy of mind (filsafat akal) pada abad kemarin yang memang spesialisasi dari volume keenam. Tidak mudah untuk mengulas buku yang merupakan bunga rampai. Ruang resensi serba terbatas sementara ide dalam bunga rampai berpendar. Copenhaver dan Shields menunjukkan bahwa terdapat dua versi mengenai ruang lingkup serta usia akademis dari filsafat akal. Pertama, jika cakupannya hanya mengenai memori dari makhluk hidup, maka filsafat akal masuk ke perguruan tinggi pada paruh kedua abad ke-20. Kedua, jika filsafat akal meliputi refleksi ...