Archives Monthly

Sekam Yahudi dalam Unggun Indonesia

February 22, 2009

Qusthan Abqary Apakah Pancasila-sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia-bisa ditafsir sedemikian rupa sehingga dapat memberikan keleluasaan bagi eksistensi Yahudi di Indonesia? Pertanyaan itu barangkali kontroversial akan tetapi bukan berarti tidak penting untuk didiskusikan. Terutama jika dikaitkan dengan laporan feature sebuah situs Yahudi-Asia yang melansir bahwa di Manado telah berdiri sebuah sinagog selama kurang-lebih lima tahun, terhitung sejak 2 September 2004. Uniknya, sinagog tersebut dibangun oleh seorang dosen hukum di universitas lokal. Ia bersaksi bahwa, "Pemerintah di sini gila. Saya tidak ...

Pancasila dan Pengetahuan

February 12, 2009

Qusthan Abqary "Itulah sebabnya Ketuhanan Yang Maha Esa kemudian ditafsirkan sebagai agama," Jakob Sumardjo, "Paradoks Pancasila", KOMPAS, 31 Januari 2009. Pernyataan di atas menarik untuk dicermati sebagai awalan untuk menafsir ulang Pancasila. Ideologi Gelombang pesimisme terhadap Pancasila menguat sejak Reformasi 1998. Pesimisme lambat laun tidak hanya menjadi kritik namun juga cemoohan. Barangkali persoalannya terletak pada kemiskinan usaha untuk menyegarkan pemahaman terhadap Pancasila. Liberalisme, Sosialisme, maupun Marxisme muncul sebagai ideologi yang digemari oleh sebagian orang. Bahkan, tidak jarang kebijakan yang diambil pemerintah dari masa ke masa ...

Dilema Mega-Buwono

February 7, 2009

Qusthan Abqary Isu Mega-Buwono yang diungkap Taufik Kiemas menjelang Rapat Kerja Nasional PDI-Perjuangan beberapa waktu yang lalu mendua. Hal tersebut dianggap negatif oleh sebagian orang karena mengesampingkan keterwakilan etnis Non-Jawa dalam pasangan bakal calon presiden PDI-Perjuangan. Kekalahan PDI-Perjuangan dalam Pemilu 2004 yang lalu mengajarkan bahwa menyandingkan Hasyim Muzadi dengan Megawati tidak memberikan kontribusi suara yang signifikan baik dari kalangan Nahdhatul Ulama maupun etnis Non-Jawa. Popularitas Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) memang cukup tinggi jika merujuk pada beberapa poling. Namun, elit politik ...